Categories
Uncategorized

Mengikuti UNAR 2020 tingkat siaga

The Reason behind
Aktivitas hobby radio amatir, mau nggak mau harus ditunjang hal yang mendasar, yaitu amatir radio callsign. Saya cukup lama sebenarnya ingin mengesahkan hobby teknik radio saya, masa amatir radio kok gelap gelapan melulu, kalau memang amatir radio ya harus punya callsign, bukan callsign bikinan sendiri, tapi callsign yang didapat sesuai dengan prosedur menjadi amatir radio yang umum dan sah.
Terlepas kebanyakan planning atau bagaimana, akhirnya saya segera mendaftar untuk mengikuti ujian nasional amatir radio, nah kapan dimananya, tanya google dan peer to peer kenalan rekan rekan radio amatir yang terlebih dahulu sudah mengikuti unar.

Preparation
Segalanya sekarang sudah dipermudah dengan urusan online, kemudian sekitar tanggal 2 Desember 2020, saya masuk dan mendaftar di website Postel , https://iar-ikrap.postel.go.id dan kemudian melengkapi data.
Setelah semuanya lengkap, akhirnya saya terdaftar untuk mengikuti unar di kantor Balmon Kelas 1 Ciracas Jakarta Timur pada tanggal 22 Desember 2020, kemudian kita diharuskan membayar biaya unar sebesar Rp.50.000,- yang dibayarkan via ATM melalui host 2 host multipayment. Segera setelah pembayaran kita terkonfirmasi, maka di laman dashboard postel saya sudah tersedia nomer ujian unar.

Sebagai persiapan saya sudah mulai membaca blog-blog rekan radio amatir terkait unar, apa sih tips dan tricknya, salah satunya yang menurut saya aktual, adalah blognya OM Jose YD0ABH di https://josefmtd.com/2019/08/09/amatir-radio-yd0abh/
yang kemudian merefer ke blognya OM Beny YD0SPU, tentang pengalaman mereka, bagaimana caranya mengikuti unar, https://x.benny.id/ujian-negara-amatir-radio-unar-jakarta-2019/.
Kemudian saya juga mencoba simulasi-simulasi CAT unar online, untuk mempelajari perihal apa saja yang sekiranya akan muncul di soal unar yang saya akan hadapi nanti pada tanggal 22 Desember mendatang.

D-Day
Berangkat dari rumah Klender jam 6.45, saya sampai di kantor Balmon Ciracas sekitar jam 8, segera saya diterima oleh petugas registrasi guna mencocokkan nomer peserta dengan nomer antrian. Dari yang saya lihat di daftar ujian, ada sekitar 50 peserta, barengan dengan saya ada 2 orang berseragam pramuka, saya sapa mereka dari mana, dari Cakung om, Oh dekat ya, saya Klender.
Sesuai nomer peserta, peserta dipanggil per orang, setelah test login di lobby utama oleh petugas, dan juga sekalian peserta disuruh memakai sarung tangan karet yang tersedia, kalau masker tentunya semua orang sudah memakai. Kemudian saya dipersilakan untuk naik ke lantai 3 tempat dimana ruang ujian dilaksanakan. Setelah itu, saya dipersilakan untuk login ke komputer CAT unar, dan Go, saya mengerjakan soal unar sebanyak 65 soal, soal-soal terdiri dari Pemahaman Pancasila, Teknik Radio dan Regulasi dan Bahasa Inggris. Dan benar saja, materi soal tidak berbeda jauh dengan materi soal unar tahun 2006 yang dirilis oleh Orda Jakarta yang saya dapat dari blognya OM Onno W Purbo, YC0MLC,
http://kambing.ui.ac.id/onnopurbo/orari-diklat/pemula/kumpulan-soal/Bank%20soal%20siaga%20Peraturan%20Radio%20Orgv%2020nop06.pdf

Saya bisa bilang, sekitar 60 persen materi soal sama dengan yang disitu, dengan 40 persen soal soal baru modifikasi. Sengaja saya memberikan hints and secrets ini untuk meng-encourage anda para entusias radio amatir yang menemukan laman ini, bahwa ujian unar itu mudah, tidak sulit, dan anda harus lalui kalau anda pengin menjadi bagian dari radio amatir dunia.
Toh misalnya anda bisa hafal soal dan jawaban di pranala diatas, anda butuh secara fisik login ke komputer tempat ujian unar CAT berada, dan pada akhirnya, ini semua adalah bukan tentang who will win – who will failed, it’s about your deep understanding about amateur radio itu sendiri, apakah nanti anda lebih senang berorganisasi, suka sama operating mode, atau hanya seperti saya yang lebih prefer ke teknik radionya (if i am an American ham radio, i will pursue for technician class later).

Yang agak mengejutkan saya adalah munculnya 4 soal materi tentang kode Morse. Satu soal yang saya luput mempelajari adalah itu kode ketukan morse apa untuk mengakhiri suatu QSO, dan saya baru menghafal dan mendalami huruf Morse dari A to Z, dan angka 1-9, tapi kalaupun jawaban saya salah, semoga saya bisa mengungguli batas minimal kelulusan, yakni total angka 50.

Final Battle score.
Alhamdulillah, Saya mendapatkan skor 86.50, dengan batas kelulusan 50, tentunya saya dinyatakan lulus, tanpa saya harus perlu mengulang ujian lagi. Untuk materi Pancasila saya dapat score 100, Teknik Radio saya dapat score 95, dan Bahasa Inggris saya mendapat score 70.
Sorenya, saya login ke dashboard iar saya di web, dan callsign saya sudah keluar, sekarang saya bisa bilang saya punya callsign, YD0AYA, Yangke Delta Zero Alfa Yengki Alfa.
De Rudik YD0AYA“, bisa ditulis dengan morse seperti dibawah ini (tanpa garis miring):
-.. . / .-. ..- -.. .. -.- / -.– -.. —– .- -.– .-
Proses selanjutnya tidak berhenti disini, kemudian saya bulan Januari 2021 mendatang ini, harus segera mendaftar ke induk organisasi radio amatir Indonesia yang sah, ORARI.
Sekarang semua serba online ya, proses mendaftar ORARI bisa dilakukan melalui aplikasi android, kemudian, nanti setelah pandemi berakhir, saya tentunya akan bertandang ke kantor lokal ORARI tempat domisili saya, sesuai dengan QTH, lokal Jakarta Timur, coba nanti saya kontek OM OM yang pegang lokal ORARI lokal Jakarta Timur.


Terlepas dari polemik RPM tentang kewajiban amatir radio harus menjadi anggota ORARI yang sekarang ramai diperdebatkan, saya nggak ambil pusing saya mengikuti prosedural saat ini saja, kalau memang diharuskan ya harus, Amerika mencontohkan hanya ada ARRL, Inggris hanya punya RSGB, ya masa iya nanti ada ORARI tandingan.

The Beginning and never end.
Tentunya saya bisa bilang, ini adalah permulaan sekaligus “rewriting” content blog saya ini, banyak yang saya mau tulis dari eksperimen-eksperimen saya di teknik radio amatir disini, melibatkan banyak hal, dari menyolder hingga AMSAT nantinya.
Beberapa Interest saya yang berhubungan dengan radio amatir ini, dan mulai sekarang akan saya dokumentasikan:
– HF SSB transceiver building and modifications
– HF – VHF – UHF antenna building
– Arduino for ham radio related
– Microcontroller for ham radio related
– Baofeng radio families according to me
– RTL SDR application and technology catch-up
– Digital Modes and AMSAT
– General electronics, playing with transistors and iron solder.

Tentunya, tak lupa saya mengucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan senior ORARI yang sering berkomunikasi dengan saya melalui forum-forum radio, elektronika dan telekomunikasi di facebook sejak lama, semoga segera bisa “real QSO by real radio frequencies”, see you on the band

Internet radio is not radio, real radio will emit RF through the air, but use the radio frequencies responsibly“.

Terima kasih kepada:
OM Daryono, YD1CAH
OM Ikari, YB0IKH
OM Bam, YB1KO
OM Hendro S Yoedo, YC0QR
OM Agung Prasetyo, YB6BAP
OM Anton YD1KPH
OM Yudi Suprapto
OM Jaka Triyana, YD1EGX
OM Gus Rudy (SK), YD1ERE
OM Marcell Uno / H.Aidil Heryana
OM Bob Priambodo, YD2HXJ
OM Fathur Hidayat, YD2???
OM Sirin, radio Cungkring
OM Andy Andi, Hexxer rakkuser ngoprek
OM Danu Wonosari Yogya, YD2???
OM Kristiyandono, Tazwacky
OM M Lutfi, YC3LSB
OM Untung Belitung, YG4???
OM A.Rifai, YE3AA
OM Stefendy Handoko, YD9RAK
OM Angga S Arly, YD1GPW
OM Sutrisno HW
OM Andy K Rizal, Sidoarjo
OM Suharjo Sleman
OM Shiran Sak, Ngawi
OM Jack Lanangan, Hertoto, Blitar
(Akan saya update daftar ini, sambil membuka memori saya)

Dan rekan rekan amatir lainnya, salam kenal dari saya.
See you on the band, 73.

One reply on “Mengikuti UNAR 2020 tingkat siaga”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s