Categories
Uncategorized

Seputar Mini Rig Quad Band QYT KT-7900D

Mau Bagus Mau Jelek Saya punya mini rig ini.

Dulu niat saya membeli mini rig yang ini adalah karena cakupan operasinya yang edan, dari 136MHz hingga 470MHz, dan saya perlu rig yang bisa dipakai di UHF low 350MHz, dan Pilihan termurah adalah type ini.
Type lain yang lebih familiar, adalah keluarga “mini rig 8900” tapi umumnya adalah dual bander, VHF dan UHF.
Singkatnya, rig ini bagi saya adalah “versi desktop HT Baofeng”, dengan fitur tema tampilan layar yang bisa dikostumisasi warnanya, Daya RF standard adalah 25W di VHF dan 20W di UHF.
Banyak blog yang menyebutkan demikian, disini data pengukuran saya dengan SX-401 power SWR meter saya, dibaca low / high:
136MHz = 17W / 25W
140MHz = 15W / 20W
144MHz = 15W / 25W
145MHz = 15W / 25W
150MHz = 13W / 25W
160MHz = 12W / 20W
170MHz = 12W / 15W

Pro and Cons
Seperti biasalah, amatir dari luar sono, nyacati tapi beli-beli juga, yang nggak comply sama FCC lah, its ori – its fake lah, tapi yang fake dibeli beli juga…
Tapi saya suka sama review dan pengukuran di blog ini, Anda silakan simpulkan sendiri bagaimana kinerjanya.

Rx di VHF ? is that bads?
Nah, dibilang dari hasil test disini, Rx dari mini rig KT7900D ini sensitif sebenarnya, tapi easy overloading, yang orang sini bilang Bopengnya budeg!.
Kalau untuk analisa Tx dari KT7900D, saya mengamini apa yang sudah dilakukan oleh KA70EI ini, karena analisa mendalam pada besarnya sinyal harmoniknya yang buruk.
http://ka7oei.blogspot.com/2019/02/a-hiliariously-bad-multi-band-radio.html
Blog ini bilang budeg juga,
https://tomita.web.id/review-qyt-kt-7900d/
Pemahaman saya, tidak budeg sebenarnya, sesuai dengan nature dari radio SDR, seperti halnya keluarga HT UV5R, mini rig keluarga 8900 atau 7900 ini juga memakai IC transceiver RDA1846S, si IC perevolusi dunia teknologi radio HT. sebelum adanya IC RDA1846s / teknologi SDR trending, HT / rig biasanya memakai system IF, integrasi yang dilakukan chip IC RDA1846s ini mengintegrasikan Rx encoder,Tx Encoder, hingga audio DSP untuk menerima dan memancar (transceiver) ke dalam sebuah chip, sehingga miniaturisasi HT bisa dilakukan karena rangkaian menjadi tidak ada lilitan – lilitan IF.
Jika banyak sinyal pancaran di frekuensi lain di VHF, Maka front end Rx akan overloading, sehingga menjadikan budeg, hal ini akan sangat terasa pada jam jam sore hingga malam hari, hal ini juga bisa diperhatikan dari bar signal indicator (S-Meter) dari rig QYT KT7900D ini. Jadi ini nilai plus, anggap saja kita punya S-meter indicator yang presisi. Biasa saya perhatikan, pada kondisi sore ketika 2 meter band ramai, angka S- meter akan turun ketika ada sinyal besar meskipun itu berjarak 1-2MHz dari posisi Rx saya, pada kondisi ini saya menghidupkan Alinco DJ196 saya, DJ196 saya dengan sinyal kelap kelip 1 strip masih bunyi sinyal kecil dengan setting squelch di angka 3.
Pernah pada kondisi siang hari, dengan SWR 1.3 di 140.610, saya melakukan test QSO dengan rekan saya di Cikarang, kami masih bisa dengar lamat-lamat di S0. Pada siang hari itu, tidak banyak ada transmisi radio lain di 2 meter band.
Kadang kadang saya monitor transmisi komunikasi kapal dengan syahbandar di 156.600, saya masih bisa dengar komunikasi ini. kalau lihat di standard radio marine, ini adalah komunikasi simplex, bukan repeater.

Rx di UHF bagaimana?
Menurut saya di UHF, kinerja Rxnya adalah lebih baik, saya bisa mendengarkan transmisi RPU dari Bogor di UHF 430-an MHz dan 462-an MHz. sejauh pengamatan saya selama ini, Band UHF tidak seramai di VHF.

Pro and Cons di cara setting.
Mungkin saya sudah terbiasa dengan “Chinglish” jadi kerumitan yang banyak dibilang oleh para amateur radio bule tentang bahasa inggrisnya yang amburadul, saya pikir mereka itu harusnya adapting.
Tapi saya mengamini tentang seharusnya bagaimana struktur menu seharusnya dibuat terstruktur dan terkategori / grouped menurut fungsinya.

Squelched Audio Problem?
Belum lama, saya bongkar rig ini, karena sekarang suara pletokan ketika Rx switching kok jadi kencang ya, bunyi pletokan hard contact terdengar si speaker ini hilang kalau squelch diloss, tapi ini kan HT / rig dengan squelch, bukan BitX yang tanpa squelch tanpa AGC hehehehe…
Teman ngoprek saya menyarankan untuk memasang seri kapasitor elko dengan speaker, sudah pula saya lakukan, tetapi bunyi pletokan ini masih saja ada. Saya coba dengan external speaker, masih juga ada itu bunyi pletokan, sebenarnya saya suspek mungkin saya harus ngoprek bagian transistor control squelch, atau mungkin coba ganti audio amplifier IC LA4225, tapi saya pikir nanti nanti saja, saya perlu pembanding apakah ada yang punya mini rig serupa dengan KT7900D ini yang punya masalah sama?.

Better Heatsink management?
Banyak yang bilang mini rig ini terlalu panas bahkan hanya pada standby monitor saja. Sebelum saya bongkar, ya benar, saya menurut saya rig ini terlalu panas, kemudian setelah aksi pembongkar-pasangan guna memitigasi darimana suara pletokan ketika squelch aktif itu?, kok sekarang mini rig saya jadi lebih dingin?. disini saya mengambil kesimpulan, sederhana saja, baut heatsink dari IC Audio amp LA4225nya kurang kencang dari pabriknya hahahaha.

Nah, bagian mana yang kurang? anu, artikel ini masih saya mau edit

De YD0AYA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s